WELCOME TO MY BLOG

pandang dunia dengan pola pikirmu yang seutuhnya...
Showing posts with label healthy. Show all posts
Showing posts with label healthy. Show all posts

Tuesday, April 14, 2009

SEMINAR SEHARI KEPERAWATAN JIWA


“PROSES KEPERAWATAN KESEHATAN JIWA BERBASIS KOMPETENSI”
(Nanda, 2007)

“Proses keperawatan kesehatan jiwa berbasis kompetensi” sesuai dengan NANDA 2007 itulah yang menjadi thema seminar sehari keperawatan jiwa yang diadakan pada hari Sabtu, 4 April 2009 di balai pertemuan Sari Mutiara Medan. Seminar ini diadakan oleh Ikatan Perawat Kesehatan Jiwa Indonesia wilayah Provinsi Sumatera Utara yang bertujuan untuk menyamakan persepsi tentang proses keperawatan jiwa di berbagai instansi dan unit pelayanan keperawatan jiwa baik yang di pendidikan maupun yang di lapangan sesuai dengan hasil KOMNAS V bulan Nopember lalu di Surabaya. Seminar ini diikuti kurang lebih 300 orang yang berasal dari berbagai instansi termasuk perawat yang bertugas di RSJ PEMPROVSU Medan.
Ada empat orang pembicara pada seminar sehari ini yaitu Bapak Parlindungan Purba, SH, MM selaku anggota DPD SUMUT yang membuka dan memberikan sambutan pada seminar ini; Ibu Jenny Marlindawani Purba, Skp,MNS yang membawakan topik tentang Proses Keperawatan Kesehatan Jiwa Berbasis Kompetensi (Nanda, 2007); Bapak Supriadi, Skp ketua IPKJI wilayah SUMUT juga sebagai staf perawat di RSJ PEMPROVSU Medan yang membacakan hasil KOMNAS V di Surabaya; dan Bapak Soep Nanda, Skp yang membawakan topik tentang Asuhan Keperawatan pada pasien defisit perawatan diri, pasien penyalahgunaan dan ketergantungan NAPZA, pasien dengan resiko bunuh diri, pasien dengan waham, dan pasien dengan harga diri rendah.


Semakin meningkatnya jumlah pasien gangguan jiwa baik yang ada di komunitas maupun yang dirujuk ke RSJ menuntut peningkatan kualitas pelayanan kesehatan jiwa termasuk keperawatan. Untuk itu dilakukan berbagai revisi terhadap proses keperawatan jiwa demi tercapainya pelayanan keperawatan yang efektif dan efisien untuk meningkatkan kesehatan jiwa.
Adapun hasil dari seminar ini antara lain:


  • Proses keperawatan dalam keperawatan jiwa mengandung lima komponen yaitu pengkajian, diagnosa, perencanaan, implementasi, dan evaluasi.

  • Pada diagnosa menurut Nanda 2005 masih menggunakan diagnosa lama yaitu adanya hubungan dimana etiologi bisa menjadi tanda dan sebaliknya. Sedangkan pada Nanda 2007 diagnosanya di ubah menjadi diagnosa tunggal dimana tidak ada lagi berhubungan dengan/ ditandai dengan misal pada diagnosa keperawatan aktual diagnosanya: “perilaku kekerasan” sehingga sekarang yang digunakan adalah diagnosa tunggal.

  • Pohon masalah tetap dibuat untuk mengetahui masalah keperawatan yang muncul. Pohon masalah pada laporan keperawatan jiwa dibuat pada BAB III karna pembahasan kasus ada pada BAB III.

  • Pada implementasi tahap orientasi atau membina hubungan saling percaya tidak perlu lagi dimasukkan karena hal ini sudah menjadi keharusan dalam setiap tindakan keperawatan jiwa.

  • Dalam keperawatan jiwa intervensi yang dilakukan disusun dalam bentuk SP (strategi pelaksanaan) untuk memudahkan perawat dalam melakukan tindakan keperawatan.

    Dengan adanya hasil seminar tersebut diharapkan persepsi setiap perawat sama terhadap perawatan jiwa sehingga tidak terjadi lagi perbedaan pendapat dan persepsi antar perawat di berbagai instansi terutama antara yang di pendidikan dengan yang di lapangan seperti yang terjadi selama ini.


Seminar ini disponsori oleh fatigon yang membagi-bagi hadiah pada akhir acara dengan mengajukan beberapa pertanyaan. Semua peserta sangat antusias untuk menjawab pertanyaan tersebut. Tapi ternyata hanya ada dua orang yang beruntung mendapatkan hadiah dari sponsor salah satunya adalah saya, “senang rasanya bisa dapat ole-ole dari seminar tersebut”.
Semoga setelah mengikuti seminar setiap peserta yang hadir menerapkan hasil dari seminar tersebut dalam pelayanan keperawatan jiwa baik yang di pendidikan maupun yang di lapangan untuk meningkatkan kualitas pelayanan keperawatan jiwa demi tercapainya kesehatan jiwa yang lebih baik lagi.

Wednesday, March 4, 2009

EMOSI NEGATIF DAN KESEHATAN ANDA

Tanpa kita sadari ternyata ada satu komunikasi antara apa yang kita pikirkan di otak dengan apa yang kita alami di dalam sel-sel tubuh. Ketika otak kita meresponi tanggapan fisik seperti kemarahan, ketakutan ataupun depresi , maka setiap sel kekebalan tubuh akan segera mengenali dan memberikan respon yang pada akhirnya bisa mempengaruhi fisiologis tubuh kita.

Ada beberapa pengaruh emosi negative terhadap kesehatan tubuh:

Kemarahan dan Jantung Anda

Orang yang suka marah dan mempunyai sifat bermusuhan melepaskan lebih banyak adrenalin, yaitu sejenis hormone yang dihasilkan kelenjar adrenal ke dalam darah (endokrin). Zat ini meningkatkan tekanan darah dan detak jantung. Orang yang suka marah juga meningkatkan kadar kortisol, yang menyebabkan gangguan kekebalan tubuh, meningkatkan kerapuhan tulang, menyebabkan diabetes dan kerusakan sel-sel otak.
Dalam sebuah penelitian selama 25 tahun yang melibatkan 255 maahasiswa kedokteran di Universitas North California, dr. Jhon Barefoot menemukan bahwa mereka yang memiliki skor tertinggi dalam sikap permusuhan memiliki kemungkinan lima kali lebih besar meninggal pada usia lima puluh tahun dari pada mereka yang tidak memiliki sikap permusuhan.


Bagi anda yang selama ini mudah marah, mulai sekarang dikurangi ya supaya jantung anda tetap sehat dan berfungsi secara fisiologis.

Ketakutan dan Sistem Pencernaan Anda

Ketakutan adalah perasaan yang kuat dan meghasilkan suatu tanggapan psikologis yang sangat kuat pula. Ketakutan berhubungan dengan sejumlah penyakit pencernaan seperti gangguan buang air besar, tukak lambung bahkan sakit kepala. Selain itu ketakutan juga berhubungan dengan jantung dan pembuluh darah. Suatu tanggapan kimia terjadi di dalam otak ketika seseorang mengalami ketakutan, pekerjaan jantung dan pembuluh darah mengalami gangguan dan system kekebalan tubuh menjadi rusak.

Apakah anda seorang penakut?? Hati- hati dengan berbagai penyakit yang bisa timbul. Jadi kurangi rasa takut anda mulai sekarang.


Depresi daan Kanker

Penelitian ilmiah terbaru menyatakan bahwa depresi berkaitan dengan pembentukan beberapa jenis kanker. Depresi menghambat perbaikan DNA yang rusak dan penggantian sel-sel yang baru, sehingga berpeluang untuk berkembangnya sel kanker. Apoptosis atau proses yang menyebabkan sel-sel yang tidak normal mati dan disingkirkan dari tubuh merupakan cara terbaik bagi tubuh untukmelindungi diri dan melawan kanker, sementara depresi mengurangi aktivitas apoptosis. Orang- orang yang depresi cenderung memiliki fisik yang lemah dan mudah diserang penyakit.

Karna depresi anda jadi digerogoti sel kanker? Jangan sampai terjadi deh.. jadi cegah mulai sekarang, jangan terlalu lama larut dalam masalah yang bisa membuat anda depresi. Toh hidup harus dijalani jadi jika tidak bisa membuat satu perubahan ya terima saja dengan lapang dada.
(Hidup aku sekarang ne...)


Kebencian, Kepahitan dan Penyakit Autoimun

Seperti halnya kasih merupakan emosi positif yang paling kuat, kebencian merupakan emosi negatif yang paling kuat. Kebencian sering kali bercampur dengan kemarahan dan gabungan dari keduanya akan menjadi seperti racun yang mematikan. Kebencian yang terus disimpan dapat menyingkirkan semua emosi positif yang kita miliki. Emosi yang meracuni seperti kebencian tidak hanya menghalangi proses kesembuhan seseorang dari penyakitnya, tetapi justru melipatgandakan pengaruh daripenyakit tersebut. Akibatnya tubuh harus berjuang keras untuk mengalahkan penyakit. Karena perjuangan yang terlalu berat menyebabkan tubuh kehilangan kemampuan untuk membedakan mana musuh atau pemici penyakit yang harus diserang dan mana organ serta jaringan yang sehat. Ketika hal ini terjadi dimana sistem kekebalan tubuh menyerang dirinya sendiri maka timbullah penyakit autoimune dengan kasus penyakit yang berbeda-beda.


kesimpulannya kurangi bahkan hindari emosi negatif demi kesehatan anda.